Kamis, 15 Maret 2012

10 Tempat yang Mungkin Lenyap Akibat Perubahan Iklim

Perubahan iklim yang ekstrim dapat mengakibatkan hilangnya ciri dari sebuah daratan. Entah itu naiknya permukaan laut, penggurunan, angin musim deras, gletser meleleh atau pengasaman laut, perubahan iklim dengan cepat mengubah daratan planet kita.

Kita mungkin menjadi salah satu generasi terakhir untuk melihat beberapa tempat bumi paling yang dihargai. Berikut daftar 10 tempat tersebut:

1. Taman Nasional Glacier
national glacier park
Sedikit lebih dari 100 tahun yang lalu, ada sebanyak 150 gletser bertebaran di seluruh Glacier National Park. Pada tahun 2005, hanya tinggal 27, dan diperkirakan mereka juga akan menghilang pada tahun 2030, atau bahkan sebelum itu. Banyak dari spesies tanaman dan hewan yang membutuhkan air dingin, yang berarti ekosistem taman dapat berubah secara dramatis ketika gletser hilang.

2. Venesia, Italia
venice italy
Venesia pernah mengalami banjir parah pada bulan November 2009, ketika tingkat air mencapai 131 cm. Venesia telah lama tenggelam, tapi naiknya permukaan air laut telah membuat situasi lebih mengerikan. Frekuensi banjir meningkat setiap tahun, meninggalkan banyak pertanyaan berapa lama lagi Venice bisa tinggal di atas air.

3. Great Barrier Reef
Great Barrier Reef
Great barrier reef dapat dilihat dari angkasa, tapi mulai menghilang secara bertahap seiring perubahan iklim. Meningkatnya suhu lautan, pencemaran air, pengasaman laut dan badai terus merusak terumbu dan telah menyebabkan pemutihan karang massal. Apa yang telah waktu buat dalam 8.000 tahun bagi alam bisa saja menghilang dalam kehidupan kita.

4. Sahara, Afrika
sahara africa
Oleh beberapa perkiraan, Sahara di Afrika semakin bertambah luas pada tingkat 0,5 kilometer per bulan. Gurun ini sudah menjadi terbesar di dunia, dan masih bisa meluas lagi kesemua Afrika Utara, mengubah lingkungan benua afrika.

5. Maladewa
maladewa
Maladewa adalah negara terendah di dunia, dengan permukaan tanah maksimum alami 2,3 meter (7 kaki, 7 inci), dan rata-rata hanya 1,5 meter (4 kaki, 11 inci) di atas permukaan laut. Jika permukaan air laut naik terlalu banyak, negara itu bisa mendapatkan sebuah gelar yang tidak diinginkan: Negara pertama yang ditelan oleh laut karena pemanasan global.

6. Patagonia
Patagonia
Sebuah keindahan yang tak tersentuh, Patagonia, Amerika Selatan bisa secara dramatis diubah oleh perubahan iklim. Banyak dinding gletser yang gugur karena meningkatnya suhu dan curah hujan menurun. Meskipun tanah ini tidak akan hilang sepenuhnya, namun pemandangan yang ada akan sangat berbeda jika pemanasan global terus berlanjut.

7. Bangladesh
Bangladesh
Terletak di Sungai Gangga-Brahmaputra dataran rendah Delta, Bangladesh berada pusat di badai yang sempurna pada kondisi klimaks. Sekitar 50 persen dari luasnya akan banjir jika permukaan laut akan naik 1 meter. Bencana alam, seperti banjir, siklon tropis, tornado dan pasang surut terjadi di sini hampir setiap tahun - dengan hasil yang tragis.

8. Alaska Tundra
Alaska Tundra
Pemanasan global memanaskan Arktik dua kali lebih cepat seluruh dunia, yang berarti Alaska tundra utara yang indah bisa menghilang sepenuhnya bila suhu terus meningkat. Apabila Alaska tundra mencair, tidak hanya mengubah secara drastis ekosistem, tetapi juga melepaskan karbon tambahan - ironisnya mempercepat pemanasan global.

9. Australia Selatan
south australia
Sama seperti Sahara di Afrika, penggurunan mengancam Australia Selatan. Di seluruh wilayah, pasokan air segar cepat mengering. Sementara itu, dataran kering meningkatkan terjadinya kebakaran hutan, mengancam pertanian, satwa liar dan ratusan rumah Australia.

10. Alpen
Alpen
Alpen Eropa berada di ketinggian lebih rendah dari Rocky Mountains, dan gletser serta resor skinya lebih rentan terhadap dampak dari pemanasan global . Gletser terkenal diperkirakan akan menghilang pada tahun 2050.

Pemanasan global adalah peningkatan rata-rata suhu atmosfer di dekat permukaan bumi dan di troposfer, yang dapat berkontribusi terhadap perubahan pola iklim global.
Pemanasan global dapat terjadi dari berbagai penyebab, baik alam dan manusia yang disebabkan. Dalam penggunaan umum, "pemanasan global" sering merujuk pada pemanasan yang dapat terjadi sebagai akibat dari peningkatan emisi gas rumah kaca dari aktivitas manusia.

http://www.blogkaskus.us/2012/03/tempat-yang-mungkin-lenyap.html?utm_source=BP_recent

7 Mitos di Indonesia dan Logika Masuk Akalnya


Mitos dipercaya sebagai ajaran nenek moyang tentang apa yang tidak boleh dilakukan agar tidak tertimpa daerah. Di kota – kota besar, mitos sudah diangga sebagai isapan jempol belaka. Tetapi di pedesaan masih banyak yang mempercayai mitos walaupun secara logika tidak masuk akal. Berikut penjelasan masuk akal 7 mitos terpopuler di Indonesia.
  1. Kalau malam tiba dilarang berdiri di bawah pohon agar tidak dibius setan.
    Seseorang bisa saja pingsan saat berada di bawah pohon besar di malam hari. Kejadian ini tidak ada hubungannya pana sekali dengan dibius setan. Pada siang hari tumbuhan membutuhkan karbondioksida untuk bernafas, tetapi pada makan hari tumbuhan membutuhkan oksigen untuk bernafas. Manusia memerlukan oksigen untuk bernafas, jadi proses pernafasan manusia akan terganggu ketika berada di bawah pohon pada malam hari.

  2. Tertimpa cicak tandanya sial. Sial di sini maksudnya dari tertimpa cicak itu sendiri.
    Siapa yang tidak sial kalau sedang enak–enak duduk tiba–tiba tertimpa cicak.

  3. Jangan memakai sesuatu yang tajam di malam hari, pamali.
    Mungkin mitos ini muncul sebelum adanya listrik, jadi rasa orang tua melarang anaknya untuk tidak menggunakan benda tajam di malam hari. Kalau sekarang kan sudah ada listrik, buat apa mempercayai mitos ini.

  4. Jangan memakai payung pada makan hari tanpa alasan.
    Jelas tidak disarankan, jika Anda melakukannya pasti akan disangka orang gila. Tidak panas tidak hujan tetapi memakai payung.

  5. Wanita tidak boleh duduk di depan pintu.
    Zaman dahulu wanita masih menggunakan rok, belum ada yang memakai celana. Jadi, kalau ada wanita yang duduk di depan pintu pasti akan terlihat…ya gitu deh. Pasti banyak mengundang hawa nafsu.

  6. Jangan bersiul pada malam hari.
    Maksudnya adalah agar tidak mengganggu orang–orang yang sedang tidur.

  7. Memakai payung di dalam rumah berarti sial.
    Ya sial kalau lagi ada banyak orang di dalam rumah dan kita memakai payung. Mungkin orang – orang di sekitar Anda akan merasa terganggu atau tercolok matanya.
Demikian penjelasan masuk akal dari mitos 7 mitos terpopuler di Indonesia. Para nenek moyang menganggapnya sebagai pamali atau ora ilok kalau orang Jawa bilang. Sebagai orang yang beragama, khususnya Islam tidak boleh mempercayai ramalan atau semacamnya karena hidup dan mati berada di tangan Tuhan, bukan nenek moyang.

http://www.blogkaskus.us/2012/03/mitos-di-indonesia-dan-logikanya.html?utm_source=BP_recent

Rabu, 14 Maret 2012

Bunga yang Bisa Dikonsumsi & Khasiatnya

Makan bunga, sebenarnya sama sekali bukan hal aneh. Seperti daun, buah, biji, akar atau batang, bunga juga punya kandungan senyawa kimia yang bisa membantu menyehatkan tubuh. Dan ini juga dilakukan di beberapa negara, misalnya China dan Myanmar, bunga jadi bahan masakan yang segar.

Bunga yang dapat dimakan ada dua jenis. Beberapa bunga yang dapat dimakan ini sangat penting untuk dihidangkan . Beberapa digunakan untuk tambahan rasa atau tambahan warna dalam makanan yang dihidangkan. Mengkonsumsi bunga merupakan hal yang tidak biasa karena begitu banyak jenis bunga termasuk daun dan batang yang dapat dimakan. Seperti bumbu pelengkap, banyak bunga dapat digunakan dengan minuman dan dengan beberapa jenis makanan yang berbeda seperti salad, sup, dan makanan pembuka.

Bunga apa saja itu? Langsung aja liat dibawah:

1. Bunga Chrysanthemum/Seruni
Chrysanthemum
Di negara seperti Jepang dan Korea, bunga juga dijadikan hidangan. Di Jepang, bunga krisan diolah dengan tepung tempura dan kemudian digoreng. Negara Korea dalam makanannya juga menggunakan bunga mentah yang dicampur dengan makanan mereka.

Khasiat: Untuk memperlancar proses pencernaan dan juga sistem pembuangan. Jenis ini berkhasiat membantu gangguan yang terjadi pada usus.

2. Frambozen/Rosella
Frambozen
Dulu kelopak Rosella dikenal sebagai frambozen yang digunakan sebagai bahan pembuat sirup berwarna merah yang beraroma khas. Sekarang ini, kelopak Rosella dikenal sebagai bahan minuman dan disebut teh Rosella. Tanaman yang masih kerabat bunga sepatu ini banyak ditemukan sebagai tanaman pagar.

Khasiat: Kadar antioksidan yang tinggi pada kelopak Rosella dapat menghambat radikal bebas. Beberapa penyakit kronis yang ditemui saat ini banyak yang disebabkan oleh radikal bebas yang berlebihan. Di antaranya kerusakan ginjal, diabetes, jantung koroner, hingga kanker

Kelopak bunga tanaman tersebut berwarna merah tua, tebal, dan berair. Semakin pekat warna merah, rasanya kian asam dengan khasiat yang juga semakin besar. Teh rosella dapat dibuat dengan cara berikut. Ambil tiga hingga empat kuntum bunga rosella segar, cuci bersih, kemudian seduh dengan air panas secukupnya (satu cangkir).

Setelah beberapa saat, tekan kelopak bunga hingga air berwarna merah, kemudian saring. Airnya kemudian dapat diminum. Sehari, minum satu hingga tiga cangkir seduhan tersebut. Agar lebih enak, dapat ditambahkan madu dan atau air jeruk nipis. Untuk kelopak bunga rosella kering, seduh tiga hingga lima kuntum dengan segelas air mendidih. Tunggu tiga sampai sepuluh menit. Kemudian, seduhan dapat diminum sebanyak satu hingga tiga kali per hari. Supaya lebih nikmat, bisa ditambahkan madu atau gula, lantas dihidangkan dengan es batu.

3. Lavender
Lavender
Bunga berwarna ungu ini biasa digunakan untuk membuat permen, pewangi pada gula, bahkan bisa dipakai untuk menghilangkan bau anyir pada daging atau ikan. Satu batang lavender biasanya berisi satu kelompok bunga dengan aroma yang cukup menyengat.

Khasiat: Setetes minyak esens lavender yang dibakar untuk aromaterapi mampu meredakan sakit kepala. Setetes minyak esens lavender pada bantal Anda juga memberikan efek relaksasi dan istirahat maksimal.

4. Mawar

Sari mawar digunakan untuk pembuatan wine, saus salad, serta penambah rasa dan aroma pada adonan kue, puding, serta selai

Mawar sebagai bahan makanan, miuman ataupun zat aditif bagi makanan olahan. Karena kandungan vitamin C-nya yang tidak kalah dengan kandungan vitamin C pada buah jeruk, kelopak atau helai bunga mawar (petal) bisa diolah menjadi sirup, selai ataupun unsur vitamin tambahan yang ditambahkan pada makanan olahan.

Khasiat: Sebagai anti radang, anti kejang, melancarkan aliran empedu, pengatur haid.

5. Anggrek
Anggrek
Khasiat:
- Untuk campuran pembuatan obat obatan.
- Sebagai campuran untuk produksi minyak wangi.
- Sebagai penawar luka akibat sengatan lebah.

6. Tulip
Tulip
Khasiat: Bunga tulip bisa digunakan bagi penderita anemia, memar, kepekatan darah tidak normal, stagnasi darah, kanker darah, tekanan darah tinggi dan darah rendah, pendarahan di dalam, gangguan sirkulasi darah, sakit punggung, parasit dalam darah (pada bunga tulip merah).

Yang dimakan dari tulip adalah umbinya, dalam memasak umbi tulip, kebanyakan ahli kuliner akan berhati-hati terhadap rasa pahitnya. Memasak umbi tulip biasanya sebagai pengganti bawang merah atau dalam sup.

7. Daisy

Bunga ini dikenal akan kemampuannya menyembuhkan penyakit penyakit tertentu serta bunga daisy ini juga dipercaya mampu untuk mengurangi stres dan berfungsi sebagai relaksasi otot dan menurunkan ketegangan.

Daun dan bagian petal dari bunga ini dapat dimakan dan bisa digunakan untuk membuat teh untuk menyembuhkan sakit tenggorokan atau sakit perut.

http://www.blogkaskus.us/2012/03/bunga-yang-bisa-dikonsumsi-khasiatnya.html?utm_source=BP_recent

8 Cara Taklukkan Rasa Minder


Pernahkah kita merasa tidak yakin, tidak percaya diri ataupun minder juga malu karena kita memiliki kekurangan atau bahkan kelemahan yang menghambat kita dalam mewujudkan impian dan harapan kita? Manusiawi bila pernah kita alami hal hal tersebut diatas, namun bagaimana upaya dan tips untuk mengatasinya mari kita simak dan renungkan bersama 8 Tips hal dibawah ini. Mudah mudahan bisa membuat Anda semakin percaya diri tidak lagi minder dan memberikan keyakinan lebih pada diri Anda
  1. Apa yang menyebabkan kamu merasa minder dan rendah diri?
    Karena merasa banyak kekurangan? Karena merasa tidak mampu melakukan apa yang orang lain bisa lakukan? Kita tidak harus selalu memandang ke atas. Kita juga tidak perlu menjadi orang lain. Jadilah diri sendiri dan itu sudah cukup menyenangkan. Mengenali potensi diri dan mengembangkannya adalah cara terbaik untuk meningkatkan rasa percaya diri. Jadi tidak perlu yang namanya malu atau minder.

  2. Siapa saja orang orang yang buat kamu malu dan minder?
    Orang orang yang baru kamu kenal? Orang orang yang menurut kamu punya derajat lebih tinggi dari kamu? Oke, mulailah dengan mengubah cara berfikir kamu. Setiap manusia adalah sama. Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing bahkan untuk orang orang yang kamu anggap sempurna. Mereka sama seperti kamu, seperti saya, maka tidak ada alasan untuk merasa minder.

  3. Berhentilah memikirkan kekurangan-kekuranganmu
    Terimalah diri kamu apa adanya. Jadikan kekurangan kamu sebagai kelebihan. Tukul Arwana, adalah contoh yang tepat dalam hal ini. Lihat, bagaimana dia memaksimalkan kekurangannnya menjadi kelebihan yang justru tidak dimiliki orang lain. Selalu menutupi kekurangan hanya akan membuat kamu semakin terpuruk dalam sikap minder dan rendah diri.

  4. Memperluas pergaulan
    Bergaulah dengan orang orang yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Pelajari cara cara mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Cara mereka berkenalan dengan orang baru, cara mereka memperlakukan orang lain, cara menyikapi sebuah masalah, cara mengatasi situasi, dan lain lain. Banyak hal yang bisa kamu pelajari dan praktekan sendiri.

  5. Mulailah belajar bertanya kepada orang baru
    Belajar bertanya? Yups, bagi orang orang yang bukan pemalu bertanya kepada orang baru bukan sebuah masalah besar. Tapi, keadaan berbeda dengan orang orang pemalu. Rata rata dari mereka jarang sekali memulai pembicaraan atau sebuah pertanyaan. Hal ini hanya bisa dimengerti oleh orang yang sama sama pendiam.

  6. Perhatikan penampilan
    Mulailah memperhatikan penampilan kamu terutama saat keluar dari rumah. Penampilan yang baik dan maksimal dapat membantu kamu meningkatkan rasa percaya diri. Kamu tidak akan merasa minder dan malu saat bertemu dengan orang lain karena kamu sudah tampil All out.

  7. Selalu bersikap tenang
    Kesalahan utama orang orang pemalu adalah kurangnya self control (pengendalian diri). Terutama jika berada dalam situasi yang tertekan dan asing. Grogi, cemas, salah tingkah, berkeringat adlah beberapa indikasi seseorang sedang berada dalam tekanan. Sebenarnya hal itu bisa diatasi dengan beberapa tips ringan. Mengambil nafas dalam dalam dan menghembuskannya secara perlahan akan membuat kita merasa sedikit lebih rileks dan tenang. Singkirkan imajinasi negatif kamu mengenai apa yang sedang kamu hadapi. Hilangkan pemikiran bahwa orang orang sedang memperhatikan kamu dan berfikir negatif tentang kamu. Faktanya, semua berjalan biasa biasa saja tidak seperti apa yang kamu pikirkan. Semua hal negatif kamu itu hanya ada dalam imajinasi kamu saja.

  8. Coba sesuatu yang baru
    Sering mencoba hal-hal baru akan lebih membuka wawasan serta pandangan kamu tentang hidup dan kehidupan. Yang pada akhirnya akan memberi kita sebuah pemahaman bahwa tidak ada yang tidak mungkin. Semua manusia adalah sama. Kita punya kekurangan mereka juga. Mereka punya kelebihan kita pun memilikinya. Mereka bisa, maka kita juga bisa..! “Keterbatasan hanyalah sebuah kesalahan dalam cara kita berfikir.” Seharusnya kita tidak memiliki satu pun alasan untuk merasa minder dan rendah diri.
http://www.blogkaskus.us/2012/03/cara-taklukkan-rasa-minder.html?utm_source=BP_recent

Selasa, 13 Maret 2012

Anak Cerdas Berkat Tidur 11 Jam

kids sleeping

Ingin anak Anda berprestasi di sekolah? Biasakanlah mereka untuk selalu tidur tepat waktu setiap malam.

Hasil riset terbaru para ahli di Amerika Serikat menunjukkan, pola tidur yang teratur membuat anak-anak lebih cerdas. Dibandingkan anak yang tidurnya tidak teratur, mereka yang istirahatnya selalu terjadwal memiliki kemampuan bahasa, membaca dan matematika yang lebih baik di sekolah.

Ini adalah hasil penelitian independen para ahli di SRI International yang melibatkan 8.000 anak. Salah satu kesimpulan yang dipaparkan dalam pertemuan Associated Professional Sleep Societies itu juga menyebutkan, anak-anak rata-rata tidurnya kurang dari 11 jam setiap hari menunjukkan kemampuan yang kurang baik.

Dalam riset itu, peneliti menganalisis informasi tentang tidur anak-anak melalui wawancara dengan orang tua. Informasi ini dikumpulkan saat anak-anak berusia 9 bulan dan diulang saat mereka menginjak usia empat tahun.

Pimpinan riset Dr Erika Gaylor menyatakan, data riset juga mengungkapkan banyak anak di AS yang tidak memenuhi kebutuhan tidurnya. Alhasil, anak-anak ini mengalami gangguan dalam pertumbuhan dan sulit mencapai prestasi di sekolah.

Ia merekomendasikan para orang tua untuk mengatur jadwal tidur yang tepat sehingga anak-anak dapat mencapai kualitas tidur yang sehat. Orang tua juga harus meluangkan waktu berinteraksi dengan anak di tempat tidur secara rutin seperti membacakan buku atau mendongeng.

http://www.blogkaskus.us/2012/03/anak-cerdas-berkat-tidur-11-jam.html?utm_source=BP_recent

Sabtu, 10 Maret 2012

powerful words



There are a number of things that a good sales letter will do: Generate interest, build rapport and confidence, inspire a reader to set and appointment.

But have you ever tried to write a sales letter and the words just didn't seem to have any pizzazz? They just didn't seem to jump off the page? It is a common enough problem. The following is a list of almost 300 words and phrases that will really snap up your sales letters and make them shine so that potential customers take notice.


A

Amazing, Announcing, Attention, Advice, Approved, Authentic, Attractive, Astonishing, Alert

B

Best, Breakthrough, Bargain, Big, Better, Beautiful, Bonanza

C

Cheap, Confidential, Challenge, Colorful, Colossal, Compare, Competitive, Complete, Chance, Compromise

D

Discover, Discount, Daring, Destiny, Download, Direct, Delighted, Delivered

E

Easy, Enhance, Excellent, Extraordinary, Exciting, Expert, Exclusive, Endorsed, Enormous, Exciting, Exploit, Emerging, Edge, Energy

F

Free, Fantastic, Fundamentals, Focus, Fortune, Full, Fascinating, Famous

G

Guaranteed, Genuine, Greatest, Gift, Growth, Greatest, Gigantic

H

Hidden, Hottest, Hurry, Huge, Highest, Hurry, Helpful

I

Incredible, Insider, Improved, Important, Imagine, Introducing, immediately, Interesting, Innovative, Imagination, Informative, Instructive

J

Jealous

K

King Sized

L

Learn, Love, Limited, Luscious, Lowest, Launching, Largest, Lifetime, Latest, Last, Lavishly, Luxury, Liberal

M

Master, Magic, Millionaire, Miracle, Modern, Money, Mammoth, Mainstream, Monumental

N

New, Notice, Now, Noted

O

Opportunity, Obsession, Offer, Odd, Outstanding

P

Powerful, Proven, Profits, Private, Profit, Perfect, Professional, Popular, Practical, Promising, Portfolio, Pioneering, Profitable, Personalized, Pizzazz

Q

Quality, Quickly, Quality, Quick, Quickly

R

Revealed, Results, Revolutionary, Rare, Reduced, Remarkable, Revealing, Revisited, Reliable, Rare, Reward, Refundable

S

Shocking, Scientific, Save, Special, Secrets, Startling, Strange, Success, Superior, Surprising, Safe, Scintillating, Secret, Security, Sex, Simple, Sale, simplistic, Suddenly, Shrewd, Skill, Survival, Spotlight, Soar, Sensational, Surging, Sampler, Security, Simple, Sturdy, Special, Strange, Startling, Successful, Selected, Simplified, Superior, Strong, Scarce, Sizable, Surprise

T

Tremendous, Tricks, Terrific, True, Tested, Timely, Technology, Tremendous

U

Uncovered, Unbelievable, Ultimate, Unconditional, Unusual, Unlimited, Unlock, Useful, Urgent, Unique, Unsurpassed, Unconditional, Unparalleled

V

Valuable, Value

W

Wanted, Wonderful, Willpower, Weird, Wealth, Wonderful

X

Xanadu

Y

You, Yes

Z

Zamboni...no, just checking to see if you were on your toes.



But don't forget that the sweetest word for anyone to hear is their own name. The more you can use a customer's name the more powerful the letter will be.

http://jim.wrytestuff.com/swa278542.htm

Powerless words

Powerless Words

by Gary Bamberger on March 16, 2010
I recently read a blog posting by Jonathan Mead on his Illuminated Mind website about choosing not to fail.  His blog repeatedly discussed one of the most powerless words in English, “try.”  In fact, “try” is so powerless that in many countries and languages there is no equivalent of the word; it can not be translated.
Powerless words are words that lack commitment, conviction, the intent of focused action, purposefulness, and resolve.  What’s so important about this?  Your thoughts produce actions.  Therefore, your thoughts produce the results in your life.  Dr. Wayne Dyer once wrote, “You become what you think about all day long and those days eventually become your lifetime.”  If you think using powerless words that lack commitment, then what will your legacy be?
Below is a list of powerless words that I’ve collected over time. Some of these I learned while taking leadership training at Rapport Leadership International, others I collected from various mentors and friends.

But

“But” negates everything that was said before it. This is an objection.  Using it saps all the energy from the conversation.  How many times have you heard, “Yes, but…” and felt deflated due to the realization that your idea or comment is about to get a rebuttal?
A much more powerful and energetic way to handle this is to add to what someone says with the word “And.”  ”Yes, and…”.  Instead of saying, “yes, but what about…” in order to gain clarification, ask open ended questions that direct the conversation to new understanding.

Try

The king of wimpy; no commitment. What is the intention behind the word?  How much effort will you expend to accomplish the goal?  Are you willing to do everything in your power to make it happen?  Are you committed to using your creativity to find a way to navigate around any obstacle to achieve the goal?  Or are you going to give up at the first bit of resistance?  If you intend to give minimal effort to complete the objective, then say that instead.  Your candor and honesty will go farther to build trust than “trying” will.
Oh, and “attempt” is “try” in a tuxedo.  It carries the same lack of commitment as “try.”
Using “will” delivers power and a commitment to action.  There is a resolve and an intention to accomplish the goal.  There’s also a level of accountability and a trust that is forged when using the word “will” that you will do everything you can to fulfill your commitment. Remember Yoda’s infamous line from the Star Wars movie, “Try not.  Do, or do not.  There is no try.”
“Try” is also an imprecise, unecessary word.  How do your “try” to call someone?  What does that mean?  Were you too weak to pick up the receiver?  Unable to push the buttons?  ”I tried to call you but I got no answer.”  What?  ”I called you and I got no answer.”  Now, that is what really happened.

Don’t

People I speak with are able to articulate what they don’t want.  And, sometimes, people focus on what they don’t want in order to narrow down their scope to get to what they do want.  The key here, in the end, is to focus on what you DO want.  Coaching really helps people get clear on what they want, what is meaningful to them, and execute on a plan of action.
I personally struggled with this for a while.  I was able to articulate what I didn’t want in my life.  It took time and effort, and the patience of a great mentor and friend along with the support of my wife, to change my focus to what I did want in my life.  And then, what I wanted began to appear in my life because that was what I focused on!

Should

There are two aspects to the use of “should.”  The first is looking back over your shoulder and saying, “I should have done this.”  This is self-defeating thinking that serves no one.  It’s an unnecessary self-inflicted reprimand.
A more productive thought is, “Based on what I learned from that situation, next time I’ll do this.”  The first statement was focusing on what went wrong, on the past, on what you do not want.  The second is about learning, moving forward and focusing on what you do want to happen next time.  It becomes an opportunity to learn, just like failure is an opportunity to learn.
The second aspect of “should” is more forward looking, as in, “I should do this.”  What level of commitment does this indicate to you?  Personally, I want to know what you will do, not what you believe you should do.  So, similar to “try,” this lacks a commitment to take action.
More powerful alternatives are “I will” and “I get to.”

Need To / Have To

When I hear “need to,” I am still wary of the level of commitment from the other person.  If you “need to” do something, that means you recognize the need to accomplish something, and still may choose to not do it.  The commitment and enthusiasm are still lacking.
Another aspect of this is the energy of the statements “need to” and “have to.”  Both of these carry negative and resistant energy with them.  Using “get to” instead replaces the negative energy with a positive energy full of possibilities.  For example, changing from, “I need/have to serve on a jury” to “I get to serve on a jury” alters the energy and the thinking.  Using “need to” makes this something unpleasant that you are forced to do begrudgingly.  When you change to using “get to,” your mind is free to explore the possibilities of meeting new people, having new experiences, and helping your community by serving on a jury.
Once again, the alternatives here are “I will” and “I get to.”

Contextual

There are several words that may be powerless depending upon the context they are used in. For example, using these words in a brainstorming session or during a collaborative meeting would be appropriate.  The following are these words used in powerless ways.

Could

“Could” is a word filled with resistance.  It lacks the commitment of saying “I will do it.”  It’s still leaves options open without a commitment to complete something.  It’s conditional, “I could do this if I wanted to.”
Replacing could with “will” alleviates any doubt about the effort and intent that will be invested towards accomplishing something.

Maybe / Perhaps / Might / Possibly / Potentially

When someone responds with any of these words, be wary of his/her commitment. When you use them, question your own committment and your true motive.
“Maybe” is often used as a softer way to say “No”. For example: Occassionally, when my son would ask me to play catch, I really didn’t feel up to it. Instead of saying “No”, I would say “Maybe”. I knew I had no intention of doing playing catch with him. Yet to him a “maybe” left him with a great hope that soon Dad would play catch with him. “Maybe” was simply my way of avoiding committing. I actually even convinced myself that it was nicer than saying “No”. In reality, an honest “No”, would have been much kinder.
These words are a way of avoiding commitment, and they give you an out. These powerless words do nothing to build credibility or trust in your relationships with others.
Again, replacing this with “I will” communicates the level of commitment from you. Accountability is established and trust is built. The intention is set.

Think

Saying “I think” indicates that there’s uncertainty in what’s being said.  How many times have you told someone what you think, only to find out something different is actually true?  When you say “I think,” I question whether you know, and, if not, I’ll ask you to find out for sure!
An alternative to “I think” is “I believe”, or “In my opinion”.  These statements are more accurate.
One disclaimer about this word.  ”Thinking” is a creative process that yields results.  It’s something we all do.  I’m not saying, “Stop thinking.”  To the contrary, keep thinking!  And be more precise with your words by differentiating knowledge, “I know”, from beliefs, “I believe” or “In my opinion”.
When talking with people, be on the lookout for these words.  When I hear them, I definitely question the intent of people and their commitment.  I ask for that commitment or ask when they will be able to commit.  You’ll often hear me probing people during conversations about their use of powerless words, and, more importantly, their commitment to taking action.
To eradicate these words from my vocabulary, I took multiple steps.  First, I worked on noticing when I used these words.  I asked friends and family to help me realize when I used these words.  As I noticed my use of them, I would work on reframing my statements to be more powerful and more precise.  When I heard other people use these words on the radio, on television, and during presentations, I would mentally re-frame their statements to practice.  Eventually, I realized the impact that other people’s powerless words had on my life since we’re all interconnected, so I began questioning people’s intent when these words came up in conversations.